Lelang Frekuensi 5G Dihentikan, Ini Penjelasan Kemkominfo

Lelang Frekuensi 5G Dihentikan, Ini Penjelasan Kemkominfo

Lelang Frekuensi 5G Dihentikan, Ini Penjelasan Kemkominfo

Kemkominfo (Kementerian Komunikasi dan Informatika) baru saja memberitakan sudah membatalkan proses hasil seleksi penggunaan pita frekuensi radio 2,3GHz yang rencananya sanggup dipakai untuk menggelar layanan 5G.

Menyusul pengumuman tersebut, Juru Bicara Kemkominfo , Dedy Permadi, menjabarkan lebih lanjut berkenaan ketetapan ini. Dalam keterangannya, dia menjelaskan proses seleksi ini sebenarnya belum dulu dinyatakan selesai.
BandarBolalive
“Yang pertama mesti dimengerti dengan proses seleksi ini belum dulu dinyatakan selesai, sehingga yang berlangsung adalah proses yang sedang berlangsung dinyatakan dihentikan,” tuturnya dalam keterangan yang diterima, Sabtu (23/1/2021).

Adapun alasan dihentikannya seleksi ini gara-gara Kemkominfo idamkan lebih waspada dan teliti dalam mobilisasi prosesnya. Dedy menuturkan, perihal itu dilakukan sehingga sanggup lebih selaras dengan ketetapan di PP 80 Tahun 2015 yang mengatur PNBP di lingkungan Kemkominfo.

“Sehubungan dengan perihal tersebut, maka konsekuensinya hasil berasal dari tahapan proses seleksi yang dulu diumumkan sebelumnya kita nyatakan dibatalkan,” ujarnya melanjutkan.

Dedy juga mengatakan, penghentian proses seleksi ini tidak cuma berdampak untuk operator seluler, tetapi juga internal Kemkominfo. Karenanya, Kemkominfo sudah mengembalikan dokumen garansi bank yang menjadi jaminan keikutsertaan seleksi (bid bond) pada peserta.

Pengembalian itu juga dilakukan pada hari yang mirip waktu surat formal berkenaan proses seleksi dihentikan pada masing-masing peserta. Saat ini Kemkominfo mengusahakan keras untuk menyiapkan seleksi kembali pita frekuensi 2,3GHz ini dengan lebih hati-hati dan cermat.

“Harapannya, operator seluler sanggup segera punya peluang kembali untuk bersaing dalam sebuah proses seleksi peranan meningkatkan spektrum frekuensinya,” tuturnya menjelaskan.

Layanan 5G di Indonesia Tidak Terdampak

Dalam keterangannya, Dedy juga mengatakan digelarnya layanan 5G di Indonesia relatif tidak terdampak dengan adanya penghentian proses seleksi ini. Sebab, operator diberi kemudahan untuk mengimplementasikan teknologi terbaru, juga 5G.

“Dengan adanya kebijakan netral teknologi di seluruh pita frekuensi untuk keperluan seluler seperti apabila pita frekuensi 900 MHz, 1800 MHz, 2,1 GHz dan sebagainya, maka sebenarnya penggelaran 5G di Indonesia relatif tidak sangat terdampak,” ujarnya menjelaskan.

Dia juga memberikan menggelar layanan 5G secara komersil sebagai sebuah showcase akan kembali dimasukkan sebagai kewajiban untuk seleksi kembali pita frekuensi 2,3GHz ke depannya.

Sebelumnya, Kemkominfo (Kementerian Komunikasi dan Informatika) lewat Tim Seleksi Pengguna Pita Frekuensi Radio 2,3GHz baru memberitakan sudah menghentikan proses lelang frekuensi yang diproyeksikan untuk menggelar layanan 5G di Indonesia tersebut.

Kemkominfo beralasan dihentikannya proses seleksi ini sebagai cara kehati-hatian dan kecermatan untuk menyelaraskan tiap-tiap bagian dengan ketetapan perundang-undanganan yang berkaitan dengan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), khususnya PP Nomor 80 Tahun 2015.

Kunjungi Juga : Berita Teknologi Terkini

“Tim Seleksi sudah memberikan surat formal berkaitan informasi penghentian proses seleksi berikut kepada perwakilan penyelenggara jaringan bergerak seluler yang sebelumnya sudah diumumkan sebagai Peserta Seleksi yang lulus Evaluasi Administrasi,” tulis Kemkominfo dalam siaran persnya, Sabtu (23/1/2021).

Dengan dihentikannya proses seleksi ini, hasil proses seleksi yang sudah dilakukan dan diumumkan pada 15 dan 18 Desember 2020 juga dinyatakan batal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *