Penggunaan Pita Prekuensi 2,3 GHz untuk jaringan 5G di Indonesia, Apa Pendapat Qualcomm? Bisakah?

Penggunaan Pita Prekuensi 2,3 GHz untuk jaringan 5G di Indonesia, Apa Pendapat Qualcomm? Bisakah?

Penggunaan Pita Prekuensi 2,3 GHz untuk jaringan 5G di Indonesia, Apa Pendapat Qualcomm? Bisakah?

Senior Vice President plus General Manager, Mobile, Compute, plus Infrastructure Qualcomm Technologies, Alex Katouzian, memandang tidak ada persoalan dengan pemakaian pita frekuensi 2,3 GHz untuk jaringan 5G di Indonesia. Frekuensi ini di awalnya disebut tidak digunakan oleh banyak negara untuk 5G.

Kendati demikian, ia menyebutkan teknologi chipset Qualcomm mendukung semua frekuensi menjadi dari 400 MHz sampai 39 GHz. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) terhubung seleksi pemakaian pita frekuensi radio 2,3GHz di rentang 2360-2390MHz untuk 5G.

Qualcomm: Negara Berkembang Jangan Terlambat Hadirkan 5G
“Kami tidak memandang ada halangan mirip sekali. Justru 2,3GHz benar-benar bagus dalam hal penetrasi, panjang gelombang dan lainnya,” ungkap Alex dalam sesi QnA Snapdragon Tech Summit 2020 pada Rabu (2/12/2020).
Pasang Bola
Alex pun menilai ada baiknya terkecuali para OEM menghadirkan kombinasi produk agar dapat mendukung semua frekuensi untuk 5G, termasuk 2,3 GHz.

“Menurut saya, terkecuali dapat lakukan sebagian kombinasi model, OEM dapat mencukupi 80 persen keperluan smartphone 5G di dunia,” tuturnya.

Sebelumnya, Ketua Tim Seleksi Pengguna Pita Frekuensi Radio 2.3GHz, Denny Setiawan, menyebutkan bahwa pada pita frekuensi radio 2.3Ghz di rentang 2360-2390MHz terkandung blok frekuensi radio yang saat ini belum ditetapkan penggunanya.

Berdasarkan ketentuan dalam pasal 11 Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 9 Tahun 2018 perihal Ketentuan Operasional dan Tata Cara Perizinan Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio, penetapan pengguna dilaksanakan melalui mekanisme lelang.

“Seleksi pengguna pita frekuensi radio 2.3GHz memiliki tujuan untuk menaikkan pita frekuensi bagi penyelenggara jaringan bergerak seluler untuk menaikkan kapasitas dan mutu layanan, dan juga mendorong akselerasi penggelaran infrastruktur TIK dengan teknologi 5G,” kata Denny dalam keteranganya layaknya dikutip pada 24 November 2020.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *